Header Ads

KONSEKUENSI DAN RESIKO JANGKA PENDEK PASCA BREXIT


Publik Inggris akhirnya memilih keluar dari Uni Eropa, berarti dalam beberapa bulan ke depan, para pemimpin akan mulai negosiasi persyaratan pencabutan keanggotaan.
Brexit akan mempengaruh ekonomi Inggris, kebijakan imigrasi dan banyak hal lain. Ketidakpastian ini menimbulkan kepanikan dan keresahan di pasar, Diperlukan tahunan untuk melihat konsekuensi secara penuh, tapi berikut beberapa perubahan yang bisa terjadi dalam waktu dekat.

Hasil Voting Bisa Gulingkan Pemerintah

Para pengamat memperkirakan Perdana Menteri David Cameron bisa menghadapi desakan untuk lengser atau paling tidak menetapkan waktu kepergian. Sebenarnya, Cameron berjanji tetap menyelesaikan masa jabatan kalaupun Inggris keluar dari Uni Eropa. Tapi, posisinya dalam bahaya karena banyak anggota Partai Konservatif dalam parlemen yang ingin memaksanya keluar. Hal ini bisa menyebabkan terjadinya pergantian pemerintahan yang diisi oleh perdana menteri anti Eropa, atau membuka pemilu baru.

Brexit Memukul Ekonomi Inggris

Dalam jangka pendek, ketidakpastian mengenai masa depan Inggris dalam Eropa, mitra dagang terbesarnya, bisa menjerumuskan Inggris ke resesi. Dalam masa transisi ini, begitu banyak hal yang akan berubah. Di awal masa pasca referendum, bursa saham Inggris bertumbangan dan mata uang, seperti yang terjadi saat ini, sudah anjlok.
Dalam jangka panjang, situasi bisa memburuk. Bila pemerintahan Cameron jatuh, prospek negosiasi dengan Uni Eropa bisa semakin sulit. Uni Eropa bisa saja memutuskan menjual mahal dengan Inggris agar mencegah negara lain keluar. Dengan keluarnya Inggris dari Uni Eropa, maka hak-hak yang selama ini dinikmati, seperti perjanjian perdagangan, tentunya berubah. Produk Inggris tidak akan masuk ke Eropa semudah dulu, kemungkinan bakal terkena tariff atau hambatan lainnya.
Hal itu bisa berdampak serius pada bisnis Inggris. Misalnya, produsen mobil Inggris, selama in dengan standar keamanan yang sama bisa menjual produknya seluruh pasar Eropa. Namun dengan keluarnya dari Uni Eropa, kini jadi sulit masuk karena harus menjalani sertifikasi keamanan lagi. Hal ini berlaku pada hampir semua industri. Para pengamat mengatakan dalam ekonominya bisa luas. Pemerintah Inggris memperkirakan keluarnya dari Uni Eropa dapat menyebabkan ukuran ekonominya berkurang 3,8-7,5% pada 2030.

Ketidakpastian Untuk Migran

Salah satu prestasi penting, dan juga kontroversial, Uni Eropa adalah pergerakan bebas di lintas batas negara, termasuk dalam ketenagakerjaan. Warga salah satu negara Uni Eropa bisa hidup dan kerja di mana saja dalam blok tersebut. Warga Inggris dan asing memanfaatkan kesempatan itu. Saat ini ada sekitar 1,2 juta orang Inggris yang hidup di negara Uni Erppa, sedangkan 3 juta pekerja asing ada di Inggris.

Brexit Dapat Picu Perpecahan Dalam UK

Brexit berpotensi mengubah Inggris Raya secara fundamental. Disebut United Kingdom karena terdiri dari empat negara, Inggris, Wales, Skotlandia dan Irlandia Utara. Bila UK memilih keluar dari Uni Eropa, kesatuannya juga tidak akan bertahan lama. Sebagian kalangan khawatir hasil ini dapat menambah desakan kemerdekaan Skotlandia.

Diberdayakan oleh Blogger.